Titik 4

  Titian itu bernama ilmu Bergema mengiringi zaman Menemani jiwa-jiwa perindu Tuhan Awal dari semua mula Kembalinya segala akhir Menundukkan kepala pemiliknya Menegakkan tulang belakang pengikutnya Merendahkan ketinggiannya Menenangkan pencapaiannya Sesaat menghancurkan kebenaran Demi memunculkan kebenaran-Nya Kadang membuatnya tertatih Meletih Berpeluh air mata Bersandalkan duri Seolah tanpa menjeda Hanya mencipta kasih penuh risalah Ketika makna … Continue reading Titik 4

Titik 3

  Aku memilih memahami diriku sendiri daripada harus sibuk memahami dendam kesumat kalian yang ingin menghapus keberadaanku di muka bumi ini. Aku sadar bukan siapa-siapa, bukan apa-apa. Terus kenapa? Bukankah pada akhirnya aku juga akan seperti itu? Kalian hanya mempercepat prosesnya. Duniaku kini hanya belahan jiwaku dan Tuhan. Aku tidak butuh dunia yang kalian tawarkan, … Continue reading Titik 3

Create your website at WordPress.com
Get started