Suami (Harus) Takut Istri

dude herlino-alyssa

Sebutan suami takut istri seakan menjadi momok bagi sebagian pria. Bahkan sudah menjadi semacam bahan bulyy-an. Padahal ini hanyalah soal sudut pandang dan latar belakang.

Bisa jadi memang ada suami yang benar benar takut terhadap istrinya secara mental maupun fisiknya. Tapi dalam banyak hal, ketika kita mampu mengambil sudut pandang yang sedikit berbeda, yang terjadi sebenarnya bukan itu. Salah tiganya seperti berikut ini:

  1. Pada umunya laki-laki adalah jenis manusia yang mempermudah masalah. Saat berada dalam situasi yang berpotensi menjadi “perang” laki-laki (saya contohnya) mengambil sikap meredam alias diam. Menerima saja apa yang disampaikan dengan tujuan tidak memantulkan energi “negatif” melainkan menyerapnya sehingga masalah akan hilang (bisa selesai saat itu bisa bersambung…).
  2. Sifat dasar wanita memang seperti itu. Wanita butuh pelampiasan saat mengalami situasi yang membuat emosinya bergejolak. Pria dituntut memanfaatkan kelebihannya dalam hal memakai logika untuk bisa memberi solusi dari masalah yang dihadapi istrinya. Apapun jenis masalahnya.
  3. Karena Cinta. Laki-laki sengaja mengalah karena tahu jika dia membalas perkataan istrinya, yang terjadi justru pertengkaran yang tidak ada habisnya dan itu bisa membuat hati wanita yang dicintainya terluka. Maka untuk menghindari hal itu, laki-laki seperti ini akan menaggapinya dengan tenang setiap kemarahan istrinya.

Hindari Perdebatan

Sebisa mungkin hindarilah berdebat. Carilah sudut pandang baru saat menerima “ocehan” dari istri. Bisa jadi itu hanya curhatan. Bukan bermaksud marah. Perdebatan hanya akan membuat suasana semakin memanas.

Tetapi jika terpaksa harus menjelaskan, jelaskanlah dengan bahasa dan nada yang halus. Penjelasan laki-laki selalu berpotensi melahirkan perdebatan. Dan tetaplah pada mindset menjelaskan. Memenangkan perdebatan dengan istri tidak akan menyelesaikan masalah, justru semakin menambah masalah. Ingatlah, wanita adalah pengingat yang hebat, terutama kesalahan yang dilakukan suaminya. 😀

 

Menikahlah Karena Cinta

Satu-satunya alasan menikah adalah cinta. Dari cinta akan tumbuh rasa ingin menyatu, bersama secara terus menerus sepanjang waktu. Dunia akhirat. Istriku bidadariku.

Jika perasaan selalu ingin bersama dunia akhirat ini ada, maka menjadi sangat wajar jika seorang suami takut terhadap istrinya. Takut menyakiti hatinya, takut istrinya tidak bahagia, takut istrinya menjadi penyebab tidak bisa menikmati surga, takut anak-anaknya ditelantarkan, takut harta, kehormatan dan nama baiknya tidak terjaga…

Bukankah suami adalah pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami? Fungsi pakaian adalah menutupi dan melindungi keburukan masing-masing kemudian menjadikannya perhiasan bagi masing-masing diri.

Setelah ijab kabul tanggung jawab seorang ayah berpindah kepada suami. Tidak mudah bagi orang tua untuk melepas anaknya untuk ikut orang lain yang baru dikenalnya. Maka apapun yang terjadi suami wajib menjaga dan melindungi istrinya. Takutlah jika sampai sesuatu yang kurang baik terjadi pada istri…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: